Misi Dagang di Jawa Tengah Sukses Digelar, Bank Jatim Tampilkan Pagelaran Wastra
Date: 29 januari 2026Kategori :
SEMARANG, 29 Januari 2026. Gelaran Misi Dagang dan Investasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Semarang, Jawa Tengah, sukses diselenggarakan pada hari Kamis (29/1). Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, tentu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mendukung penuh program Misi Dagang tersebut. Hal ini diwujudkan dengan mengikutsertakan beberapa UMKM Binaan Bank Jatim dan sekaligus melakukan pagelaran wastra. Bertempat di PO Hotel Semarang, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasien Maimoen, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.
Winardi menjelaskan, misi dagang merupakan wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM antar daerah atau provinsi dengan pembeli. Selain pertemuan pelaku usaha, gelaran ini juga menjadi gerbang pertukaran sosial budaya antar daerah. ”Kami saat ini memang terus berupaya untuk membantu UMKM dalam hal akses pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan. Bank Jatim sangat mendukung UMKM dalam mengembangkan usahanya. Nah, salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah,” paparnya.
Terdapat 4 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk kopi dari UMKM ……, produk Eco Print dari UMKM Annisa Mode, produk hand craft dari UMKM Lesimpul, dan produk Batik dari UMKM Rara Batik. Produk - produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah Jawa Tengah. ”Sebagai bank milik daerah, kami akan terus mendukung UMKM agar pertumbuhannya semakin pesat dan memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ungkap Winardi.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bank Jatim juga mempersembahkan Seni Pertunjukan Wastra Batik dari UMKM binaan Bank Jatim Batik Ra Ra asal Trenggalek dan Batik Sheza by Anne dari gresik. Tema wastra yang ditampilkan oleh Raka – Raki Jawa Timur dalam pagelaran Misi Dagang ini yaitu Ritus Nengah Nggalek – Trenggalek merawat dari Tengah. Ritus Nengah lahir dari kesadaran untuk berhenti sejenak, menunda Keputusan, dan memberi waktu pada yang mengendap. Bukan karena ragu, melainkan karena percaya bahwa keseimbangan tidak bisa dipercepat. ”Pertunjukan wastra batik ini merupakan salah satu cara Bank Jatim untuk melestarikan dan menggairahkan masyarakat dalam hal mencintai warisan leluhur, khususnya bagi generasi muda. Semoga ke depannya masyarakat peminat batik semakin meningkat dan batik Indonesia bisa semakin dikenal di kancah global,” terang Tonny.
Adapun gelaran misi dagang perdana ini kembali sukses mencatatkan hasil yang membanggakan. Dalam satu hari pertemuan, pelaku usaha dari kedua daerah berhasil menorehkan nilai transaksi hingga Rp3,15 triliun. Capaian ini terdiri atas transaksi Jatim Jual senilai Rp 2,76 triliun, Jatim Beli sebesar Rp 296,86 miliar, serta komitmen investasi mencapai Rp96 miliar.
Khofifah menjelaskan, komoditas yang diperdagangkan mencerminkan kekuatan sekaligus kebutuhan masing-masing daerah. Dalam skema Jatim Jual, Jawa Timur memasok antara lain produk rokok, beras, kopi, gula kristal putih, tetes tebu, pakan ikan dan udang, benih tebu dan jagung, surimi, daging ayam dan sapi beserta produk olahannya, susu, ikan dan aneka produk perikanan, hingga pupuk organik cair. Sementara pada skema Jatim Beli, Jawa Timur menyerap sejumlah komoditas dari Jawa Tengah seperti kayu bulat, telur ikan, cengkeh, tembakau, katul, botol plastik, gula merah tebu, tepung tapioka, hingga produk UMKM seperti sambal pecel dan tas anyam. Pola transaksi dua arah ini dinilai mampu mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah. ”Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini menunjukkan bahwa kita saling melengkapi, bukan saling bersaing,” katanya.
Menurut Khofifah, misi dagang berkelanjutan merupakan instrumen penting pemerintah daerah untuk mempertemukan pelaku usaha penjual dan pembeli secara lebih efektif, baik melalui skema government to business maupun business to business. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan perdagangan dalam negeri dan substitusi impor, khususnya pemenuhan bahan baku industri.
“Kita semua punya kekuatan dan keterbatasan. Mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama. Kuncinya sinergi dan kolaborasi,” tutupnya.
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TIMUR Tbk
Jl. Basuki Rahmat 98-104 Surabaya
T : (031) 5310090-99 ext 471
F : (031) 5310838